<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>notohardjo blog</title>
	<atom:link href="http://notohardjo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://notohardjo.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2009 08:33:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='notohardjo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>notohardjo blog</title>
		<link>http://notohardjo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://notohardjo.wordpress.com/osd.xml" title="notohardjo blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://notohardjo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menelusuri Jejak  Sang Sunan di Kota Udang dan Warisan Sentra Batik</title>
		<link>http://notohardjo.wordpress.com/2009/05/01/menelusuri-jejak-sang-sunan-di-kota-udang-dan-warisan-sentra-batik/</link>
		<comments>http://notohardjo.wordpress.com/2009/05/01/menelusuri-jejak-sang-sunan-di-kota-udang-dan-warisan-sentra-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 11:58:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>notohardjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[jejak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://notohardjo.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu peninggalan Walisongo di Kota Cirebon,Jawa Barat,adalah Keraton Kanoman Cirebon dan makam Sunan Gunung Jati.Selain itu,di Kota Udang ini juga Sang Sunan mewariskan budaya dan tradisi membatik yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Salah satu daya tarik spiritual yang dimiliki Kota Cirebon antara lain antara lain adalah keberadaan makam salah satu penyebar agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=67&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-69" title="sunan_gunung_jati" src="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/05/sunan_gunung_jati.jpg?w=468" alt="sunan_gunung_jati"   /><img class="aligncenter size-full wp-image-71" title="jiunkpe-ns-patterns-design-elements-2006-41405017-3913-batik_tuban-resource1-preview" src="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/05/jiunkpe-ns-patterns-design-elements-2006-41405017-3913-batik_tuban-resource1-preview.jpg?w=468" alt="jiunkpe-ns-patterns-design-elements-2006-41405017-3913-batik_tuban-resource1-preview"   /></p>
<p>Salah satu peninggalan Walisongo di Kota Cirebon,Jawa Barat,adalah Keraton Kanoman Cirebon dan makam Sunan Gunung Jati.Selain itu,di Kota Udang ini juga Sang Sunan mewariskan budaya dan tradisi membatik yang hingga kini masih terjaga dengan baik.</p>
<p>Salah satu daya tarik spiritual yang dimiliki Kota Cirebon antara lain antara lain adalah keberadaan makam salah satu penyebar agama islam di Nusantara,Sunan Gunung Jati.Komplek peristarahatan terakhir Sang Sunan yang terletak di Astama Gunung Jati ini tak pernah sepi dari kunjungan para peziarah.Do’a dan zikir tidak pernah ada hentinya di komplek makam yang sudah berusia ratusan tahun ini.</p>
<p>Pengunjung yang dating ke makam Sunan Gunung Jati akan membludak menjelang bulan Syawal.Karena pada bulan itu diadakan Grebeg Syawal,sebuah tradisi yang dilaksanakan setahun sekali oleh keturunan Sunan Gunung Jati,yakni Keraton Cirebon.Ritual Grebeg Syawal sebetulnya adalah prosesi berdo’a bersama,yakni zikir dan tahlil.</p>
<p><span id="more-67"></span></p>
<p>Grebeg Syawal merupakan tradisi religi yang sudah dilaksanakan sejak Sunan Gunung Jati masih hidup ratusan lalu.Berdo’a dan zikir hanya itu inti dari perayaan Grebeg Syawal.Tidak ada prosesi lain.Namun dalam perjalanannya berkembang berbagai macam mitos,seputar prosesi ziarah kubur.</p>
<p>Komplek makam Sunan Gunung Jati penuh dengan ornament bernilai seni tinggi.Keunikan bangunan ini terlihat dengan baung yang berunsur Jawa dan Cina dalam arsitekturnya.Bentuk bangunan dengan atap limas an memang cirri khas Jawa.Namun hiasan di sekeliling dinding kental dengan nuansa Cina.Bisa jadi ini merupakan penghormatan terhadap salah seorang istri Sunan Gunung Jati,Putri Ongpin,yang berasal dari Cina.</p>
<p>Hiasan kaligrafi cerminan dari pengaruh Timur Tengah menunjukkan sebuah bukti asimilasi budaya yang menggambarkan.kearifan masa lalu.Komplek makam Sunan Gunung Jati dikelilingi 9 lapis pintu dengan tembok kokoh.Makam Sang Sunan berada di balik pintu pertama yang merupakan pintu terdalam.</p>
<p align="center"><strong>Sentra Batik Warisan Sang Sunan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Salah satu murid Sang Sunan yang mengajarkan seni membatik adalah Ki Buyut Trusmi.makamnya terletak di desa Trusmi Kecamatan Weru,5 Km dari Ibu kota Cirebon kearah utara.Di desa ini,Ki Buyut Trusmi mengajarkan seni membatik sambil menyebarkan agama islam pada tahun 1448-1568.</p>
<p>Hingga kini ajaran membatik tersebut masih dipertahankan,sebagai penghormatan kepada Ki Buyut yang telah mengajarkan seni membatik.Salah satu batik yang menjadi khas Cirebon adalah batik Trusmi.,karena berasal dari desa Trusmi.</p>
<p>Batik Trusmi menjadi ikon batik dalam koleksi kain nasional.Ada dua corak batik Trusmi,yakni keratonan dan pesisiran.Motif keratonan biasanya memakai ornament yang di ambil dari lingkungan keratin,seperti batu-batuan(wadas),kereta singa barong,naga seba,Taman Arum Sunyarangi,dan ayam alas.Untuk warna pada batik cenderung menggunakan warna-warna gelap,seperti cokelat dan hitam.</p>
<p>Sedangkan untuk motif pesisiran gambar motifnya lebih bebas,melambangkan kehidupan masyarakat pesisir yang egalitir,seperti gambar aktivitas masyarakat di pedesaan atau gambar flora dan fauna yang memikat seperti dedaunan,pohon,dan binatang laut.Sedangkan untuk warna pada motif pesisiran lebih cenderung ke warna yang lebih terang seperti merah muda,biru laut,dan hijau pupus.</p>
<p>Selain itu salah satu cirri khasbatik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain adalah motif “Mega Mendung” yaitu motif berbentuk seperti awan bergumpal gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama.Motif Mega mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452-1479),yang hingga kini masih kerap digunakan.Motif tersebut didapat dari pengaruh keratin-keraton di Cirebon.Karena hanya dikenal di kalangan keratin.</p>
<p>Batik Cirebon sendiri termasuk golongan batik pesisir.usaha yang bermula dari skala rumahan lama kelamaan menjadi industri kerajinan yang berorientasi bisnis.Produk batik Trusmi bukan sekadar memenuhi kebuuhan lokal,tetapi sebagian perajin mengekspor ke Jepang,Amerika,dan Belanda.</p>
<p>Bila disbanding dengan batik Jogja,Solo atau Pekalongan,batik Trusmi punya cirri yang berbeda dank has.Perbedaan yang paling kentara adalah dari segi warna dan motif.Batik trusmi tampil dengan warna cerah dan ceria.batik Jogja atau Solo didominasi dengan warna gelap,biasanya cokelat tua atau hitam.daerah Trusmi juga sering dipakai sebagai ajang pertukaran pelajaran.Kini,Trusmi ditetapkan Pemerintah Cirebon sebagai salah satu daerah wisata belanja,dengan batik sebagai komoditas andalan.<strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/notohardjo.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/notohardjo.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/notohardjo.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/notohardjo.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/notohardjo.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/notohardjo.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/notohardjo.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/notohardjo.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/notohardjo.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/notohardjo.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/notohardjo.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/notohardjo.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/notohardjo.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/notohardjo.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=67&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://notohardjo.wordpress.com/2009/05/01/menelusuri-jejak-sang-sunan-di-kota-udang-dan-warisan-sentra-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a367975b14900df44e16c06692ee78fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">notohardjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/05/sunan_gunung_jati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sunan_gunung_jati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/05/jiunkpe-ns-patterns-design-elements-2006-41405017-3913-batik_tuban-resource1-preview.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jiunkpe-ns-patterns-design-elements-2006-41405017-3913-batik_tuban-resource1-preview</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ajaran Sunan Kalijaga Kepada Petani</title>
		<link>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/26/ajaran-sunan-kalijaga-kepada-petani/</link>
		<comments>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/26/ajaran-sunan-kalijaga-kepada-petani/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 04:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>notohardjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[jejak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://notohardjo.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Sunan Kalijaga mengajar petani dengan filsafat luku dan pacul,semua bagiannya mempunyai makna keagamaan yang dalam.Inilah cara wali mengajarkan kepada wong tani dengan kearifan lokal,sesuai dengan pengetahuan mereka. Bagi wong tani,penemuan alat baru dibidang pertanian merupakan anugerah yang patut dipelajari dan diikuti.Sebab,peralatan baru itu pasti memberikan fasilitas kemudahan bagi para petani untuk bekerja lebih efisien,yaitu mudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=52&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sunan Kalijaga mengajar petani dengan filsafat luku dan pacul,semua bagiannya mempunyai makna keagamaan yang dalam.Inilah cara wali mengajarkan kepada wong tani dengan kearifan lokal,sesuai dengan pengetahuan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Bagi <em>wong tani</em>,penemuan alat baru dibidang pertanian merupakan anugerah yang patut dipelajari dan diikuti.Sebab,peralatan baru itu pasti memberikan fasilitas kemudahan bagi para petani untuk bekerja lebih efisien,yaitu mudah dan murah,tetapi dengan hasil yang banyak.Salah satunya adalah penemuan luku (bajak) dan pacul (cangkul),yang konon diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-53" title="bajak" src="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/04/bajak.jpeg?w=468" alt="bajak"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Soal penemuan bendanya bisa diperdebadkan,bisa saja kedua benda ini lebih dulu ditemukan sebelum lahirnya Sunan Kalijaga.tetapi dalam hal ini,beliaulah yang dipercaya masyarakat Jawa sebagai orang yang memberikan tafsir terhadap ajaran filsafat tentang luku dan pacul dengan segala maknanya.Dengan begitu,orang Jawa menganggap Sunan Kalijaga sebagai penemu luku dan pacul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-52"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Sebelum ditemukan alat luku dan pacul ini,petani kuno menggunakan hewan,biasanya kerbau,untuk menginjak-injak tanah sebelum ditanami benih padi.Hal seperti ini pernah terjadi ketika banyak petani Timor Timur pada tahun 1970-an yang belajar pertanian di pedesaan Jawa.Mereka menceritakan,di daerahnya sebelum menggunakan luku dan pacul,mereka mengolah sawah menggunakan kerbau yang digiring atau berlari-lari di area sawah.Setelah terbajak,baru sawah tersebut ditanami benih padi.Begitu juga,mungkin yang dilakukan petani pada abad ke-15 sebelum ditemukan luku dan pacul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Konon,dalam cerita rakyat itu,banyak petani di tanah Jawa yang kemudian <em>ngangsu kaweruh</em> (mencari ilmu) ke Demak,khususnya ke Kadilangu,tempat kediaman Sunan Kalijaga.Kanjeng Sunan memberikan penjelasan tentang fungsi kedua alat ini secara teknis,juga ditambahi dengan berbagai makna lambing filsafah dari bagian-bagian luku dan pacul.Ajaran-ajaran itu kemudian dituturkan kepada para petani secara turun temurun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Ajaran Sunan Kalijaga tentang pertanian,khususnya tafsir terhadap alat luku dan pacul merupakan ajaran yang diikuti wong tani secara turun temurun.Tentang luku,umpamanya,Kanjeng Sunan memberikan makna simbolis dan bagian-bagiannya yang mengandung ajaran-ajaran dalam kehidupan manusia di dunia dan akhirat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Luku mempunyai bagian-bagian tertentu yang saling berhubungan dan menyatu,sehingga menjadikan alat itu fungsional secara efisien dan efktif.Pertama,<em>cekelan</em> atau pegangan.Maksudnya,manusia hidup harus memiliki pegangan,atau sebagai pedoman hidup.Bagi para murid Sunan kala itu,pedoman hidup itu adalah kepercayaan kepada Allah SWT dan mengikuti syariat Allah yang dibawa Nabi Muhammad SAW,yaitu agama islam.Karena itulah,banyak petani Jawa yang kemudian beralih agama ke islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kedua,<em>pancadan</em> atau tumpuan.Maksud symbol benda ini adalah amalan.Semua ilmu atau pengetahuan itu harus diamalkan.dalam ajaran agama islam,setiap orang yang telah mengetahui ilmu atau pengetahuan agama harus mengamalkannya.Ada anjuran pula,”Sampaikanlah ilmu yang kamu dapat dari Al-Qur’an meski hanya satu ayat.”Jadi,pedoman hidup yang dimiliki itu harus diamalkan dan disampaikan kepada orang lain,sehingga kita tidak disebut <em>jarkoni</em> (<em>bisa ngajar,ora bisa nglakoni)</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Ketiga,<em>tandhing</em> atau pasak.Maksudnya adalah membanding-bandingkan.Disini bukan dalam arti iri dengki.Melainkan,ilmu perbandingan (komparasi) merupakan sarana bisa memutuskan secara tepat,apa pilihan yang terbaik dari berbagai macam pilihan yang ada.Kita memiliki pedoman hidup sendiri,tentu saja ada pedoman hidup lain diluar kita,maka pasti akan muncul perbandingan.Perbandingan inilah yang kemudian membuat orang Jawa yang pada waktu itu mengikuti ajaran-ajaran islam yang disampaikan Sunan Kalijaga,meninggalkan ajaran-ajaran atau pedoman hidup sebelumnya.Karena ajaran atau pedoman hidup yang baru itu ternyata lebih cocok dari pada pedoman sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Keempat<em>,singkal</em> atau alat pembalik tanah..Singkal ini diartikan secara singkat denagn makna <em>sing sugih akal</em>(kaya atau luas pemikirannya).Jadi,seorang petani tidak boleh lekas menyerah pada nasib,atau fatalis,tetapi harus bekerja keras dan berpikir cerdas,kreatif untuk mengolah sawah dengan pengelolaan (manajemen)serta alat baru (inovasi),sehingga menghasilkan kerja yang lebih baik.Penemuan alat-alat baru dibidang pertanian saat ini,seperti benih unggul,pupuk,mesin-mesin pertanian dsb.tidak lepas dari peran petani sendiri serta ilmuwan <em>sing sugih akal.</em>Begitu juga didalam kehidupan,selain tetap berpedoman pada agama,kita juga perlu menambah ilmu pengetahuan.Sebab,agama tanpa ilmu akan menjadi lumpuh,sebaliknya ilmu tanpa agama akan menjadi buta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kelima,<em>kajen</em> atau mata singkal.Kata ini berasal dari <em>keijen</em>,artinya menuju kepada yang satu.Yaitu,satunya pikiran,bulatnya tekad menuju satu tujuan atau cita-cita.Dalam bernegara,umpamanya bertujuan “<em>baldhatun thoyyibatun warabbun ghafur”</em> <em>. </em>(Negara yang makmur sejahtera dibawah naungan dan ampunan Allah),atau bahasa dalang,<em>tata tentrem karta raharja,gemah ripah loh jinawi.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Keenam,<em>olang-aling</em> atau penghalang.Dalam menempuh suatu tujuan atau cita-cita,pasti ada ujian atau halangan yang merintangi.Tuhan berfirman,orang yang beriman itu bukan orang yang tidak pernah diuji,orang yang beriman dan dicintai Allah<span> </span>justru orang-orang yang banyak ujiannya.Ujian,kendala,atau rintangan selalu ada dihadapan perjalanan hidup manusia.Karena itulah manusia diwajibkan berikhtiar,berusaha dan harus <em>sing sugih akal.</em>Manusia tidak boleh menyerah kepada nasib,<em>thenguk-thenguk nemu kethuk.</em>Berharap sesuatu tanpa kerja.Kita bisa mengatakan <em>sugih tanpa bhanda,</em>kaya tanpa harta.Tetapi kita tidak bisa mengatakan”kaya tanpa kerja”sebab ujian kaya adalah bekerja.Intinya,bagaimana wong tani tersebut menghadapi setiap peluang itu menjadi keuntungan,dan akhirnya keuntungan itu menjadi keagungan di dunia akhirat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Bagian yang terakhir,<em>racuk</em> atau ujung luku.Diambil dari kata <em>arah pucuk</em>,yaitu arah depan dan atas.Artinya,setiap menghadapi penghalang tadi,kita harus sabar,tawakal,dan ikhlas,kendati tidak pernah melepaskan apa yang sedang menjadi cita-cita kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dalam tulisan di atas,Sunan Kalijaga dianggap sebagai penemu luku,yang memaknai symbol-simbol alat bajak itu sebagai ajaran hidup bagi wong tani.Begitu juga Kanjeng Sunan dipercayai sebagai penemu pacul dan luku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Penemuan alat pacul yang dinisbahkan kepada Sunan Kalijaga masih diperdebatkan,tetapi pengakuan ini didasarkan seperti pada kasus wayang kulit.Cerita wayang serta peraganya sudah lama ditemukan orang Jawa,tetapi Sunan Kalijaga mampu membesut cerita wayang ini menjadi bernapas islam serta dengan penampilan yang baru dan falsafah baru,sehingga beliaulah yang dianggap penemu wayang kulit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Begitulah,bisa jadi pacul sudah lama ditemukan sebelum Sunan Kalijaga,tetapi makna simbolis pacul,sehingga memuat ajaran agung,adalah hasil kreatifitas Sunan Kalijaga.Sudah menjadi strategi dakwah Sunan Kalijaga bahwa beliau menggunakan cara <em>tapa ngeli</em>.<em>Ngeli tapi ora keli</em>.Maksudnya tetap mengikuti ombak kehidupan masyarakat,tetapi beliau memberikan makna baru kepada arus zaman itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Begitulah,islam diajarkan lewat perlambang alat-alat pertanian.Dengan begitu,mereka akan lebih dekat pengertiannya terhadap agama islam.Kanjeng Sunan sadar,agama islam dating dari negeri Arab,kitabnya juga memakai bahasa Arab,shalatnya juga memakai bahasa Arab.Itu mungkin sangat menyulitkan pengikut baru yang sebelumnya sudah biasa dengan ajaran lama menggunakan bahasa Jawa.Dalam kaidah islam,prinsip itu “Tetap mengikuti tradisi lama yang baik,tetapi akan memakai tradisi baru kalau tradisi itu terbukti lebih baik lagi,”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Karena itulah,ketika menjadi mubalig keliling,sehingga mendapat gelar <em>Sunan Malaya</em>,Kanjeng Sunan harus menggunakan berbagai cara,sehingga rakyat paham apa itu islam,dengan tidak mencabut budaya lama yang telah mereka terapkan.Ini terbukti,tidak hanya luku dan pacul yang diberikan makna filosofil kehidupan,tetapi benda-benda lain juga diberikan makna yang selaras dengan pengertian masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kentongan umpamanya.Oleh Kanjeng Sunan Kalijaga,suara kentongan itu diberi makna tertentu.Suara”tong tong tong”artinya,”Hai masjidnya masih kosong !! .Karena itu,kalau mendengar kentongan ,lekas dating ke masjid atau mushala.Lebih lanjut lagi kentongan sekarang bertambah fungsi menjadi alat ronda di pedesaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/notohardjo.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/notohardjo.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/notohardjo.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/notohardjo.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/notohardjo.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/notohardjo.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/notohardjo.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/notohardjo.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/notohardjo.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/notohardjo.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/notohardjo.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/notohardjo.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/notohardjo.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/notohardjo.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=52&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/26/ajaran-sunan-kalijaga-kepada-petani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a367975b14900df44e16c06692ee78fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">notohardjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/04/bajak.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">bajak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syekh Lemah Abang</title>
		<link>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/syekh-lemah-abang/</link>
		<comments>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/syekh-lemah-abang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 12:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>notohardjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[syekh lemah abang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://notohardjo.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Tentang asal-usul Syekh Siti Jenar,nama aslinya adalah Hasan Ali Saskar,berasal dari Persia.Ia belajar ilmu syariat atau fikih dan hakikat atau tasawuf kepada Sunan Ampel delapan tahun.Setelah Raden Rahmat wafat,ia belajar dua tahun kepada Syarif Hidayatullah,lalu membuka pesantren di Lemah Abang. Versi lain mengatakan,ia bernama Ali Hasan atau Abdul Jalil,berasal dari daerah Cirebon.Ayahnya raja pendeta Hindu,Resi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=17&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentang asal-usul Syekh Siti Jenar,nama aslinya adalah Hasan Ali Saskar,berasal dari Persia.Ia belajar ilmu syariat atau fikih dan hakikat atau tasawuf kepada Sunan Ampel delapan tahun.Setelah Raden Rahmat wafat,ia belajar dua tahun kepada Syarif Hidayatullah,lalu membuka pesantren di Lemah Abang.</p>
<p>Versi lain mengatakan,ia bernama Ali Hasan atau Abdul Jalil,berasal dari daerah Cirebon.Ayahnya raja pendeta Hindu,Resi Bungsu.Ketika ia berbuat salah,ayahnya menyihirnya menjadi cacing.Saat Sunan Bonang berperahu mengajarkan ilmu gaib kepada Sunan Kalijaga,perahunya bocor dan ditambal tanah tempat cacing itu berada.Ketika Raden Makdum Ibrahim tahu ada makhluk jejadian menguping ajarannya,ia pun memanusiakannya kembali dan memberinya nama Siti Jenar.</p>
<p>Lain lagi mengatakan,Sunan Giri melarangnya ikut mendengarkan ajaran ilmu gaib,namun ia nekad turut dengan cara mengubah diri menjadi burung.Hasan Ali pun berhasil memperolehnya.</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p>Siapa sebenarnya dia?Keturunan Sayidina Husein yang pindah ke India,Abdul Malik,memiliki cucu kedua bernama Syekh Kadir Kaelani.Putranya,Syekh Datuk Isa,yang menetap di Malaka,punya beberapa anak.Di antaranya,Syekh datuk Saleh,yang berputra Abdul Jalil alias Syekh Jabaranta atau Syekh Lemah Abang,yang lebih di kenal sebagai Syekh Siti Jenar.Demikian di tulis oleh Pangeran Wangsaketa,ahli sejarah Cirebon abad ke-17,dalam bukunya tahun 1687,<em>Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa.</em>Secara terperinci ia menulis riwayat Syekh Lemah Abang sebagai berikut:</p>
<p><em>Kala raray Syekh Lemah Abang makaran Abdul Jalil,telas ira yuswa taruna lungha mareng Parsinagari,tumuluy tamalah sawatareng Abdul Jalil magurwagameslam ridang accaryagamanung manganut Syiah Muntadar.Matangyan sira juga nikang panganutnya.</em></p>
<p>(Saat kanak-kanak,syekh lemah Abang bernama Abdul Jalil.Setelah remaja,pergi ke Parsi.Kemudian,setelah tinggal beberapa waktu,berguru agama Islam kepada ulama Syi&#8217;ah Muntazar.Itulah sebabnya ia juga menganutnya.?</p>
<p><em>Telas ira widagda magama,tumuluy lungha ring Ghujarat i Bharatanagari.Saking Ghujarat mulih ta yaring Malaka.Riking Abdul Jalil ikang wus sinebut Ki Syekh Datuk Jabal Rantas othawa Ki Syekh Datuk abdul Jalil,rasika mastri lawan wanodya sakeng Ghujarat,ing pasanggaman ira manak tak pirang siki.Salah tunggal pantara ning ya ta Ki Datuk Pardhun ya ta Ki Datuk Bardut ngaran ira waneh.Tumuluy lungha ring Bagdad ri wwang sanak ira ri kanang.</em></p>
<p>( Sesudah menguasai agama,ia pergi ke Gujarat di India,lalu pulang ke Malaka.Ia sudah di sebut Ki Syekh Datuk Jabal Rantas atau Ki Syekh Datuk Abdul Jalil,yang menikah dengan wanita asal Gujarat,yang memberinya beberapa anak.salah satu di antaranya Ki Datuk Fardun atau Datuk Bardut.Selanjutnya ia pergi ke Bagdad, menemui saudaranya.)</p>
<p><em>Ateher mareng Jawadwipa.Riking Syekh Lemah Abang tambaya ning tamolah ring Ghiri Ngamparan Jati lawan Syekh Datuk Khahphi,apan Syekh Datuk Khahpi hana ta kawilan wwang anak ira.Pira Kunang lawan nireng Ghiri Ngamparan Jati.Tumuluy tamolah ing Carbon Girang.Riking sira makolih akweh sisyanya.</em></p>
<p><em> </em>( Kemudian ia pindah ke Pulau Jawa,mula-mula tinggal di Gunung Amparan Jati bersama Syekh Datuk Kahfi,yang terhitung keluarganya.Kemudian ia pindah ke Cirebon Girang.Di sana,ia mendapatkan banyak murid.)</p>
<p><em>Ateher tamolah ing Pengging,apa Bupati Pengging ya ta Kyagheng Kebo Kenanga dumadi sisya nira.Lawan sira waneh sarana ring gurunira.Ing Pengging,Syekh Lemah Abang makolih akweh sisyanya,paramatnya,sang juru,jana pada sukha ta sira dumadi sisya ning Syekh lemah Abang.</em></p>
<p><em> </em>(Kemudian,ia menetap di Pengging,sebab Bupati Pengging Ki Ageng Kebo Kenanga menjadi siswanya.Ia diberi sarana perguruan.Ia mendapatkan banyak murid,menteri dan pejabat,penduduk juga suka menjadi siswanya.)</p>
<p><em>Tan lawas pantara ning tumuluy tamolah ing Carbon ya teng Panjunan lawan Pangeran Panjunan,rasika nityasa kumaliling ring desyadesyeng Carbon,tan pira lawas pantara ning makolih akweh sisyanya&#8230;</em></p>
<p><em> </em>( Tidak lama kemudian,ia pindah ke Cirebon,tinggal di Panjunan bersama Pangeran Panjunan,berjalan keliling ke pedesaan,dan mendapatkan banyak murid..)</p>
<p>Singkat cerita,dari Cirebon,ia ke Banten.Ia juga sempat tinggal di Palembang.Sewaktu di Jawa Timur,didatangi para wali.Ia dituduh melanggar syariat,mengajarkan tarekat,&#8221;Saya ini bersatu dengan Tuhan,dan Tuhan bersatu dengan saya,&#8221;</p>
<p>Menurut Wangsaketa,Syekh Lemah Abang menyebarkan pengaruhnya ke mana-mana dengan harapan Ki Ageng Pengging mendirikan kerajaan tersendiri untuk memerangi Demak.Demikian juga Pangeran Carbon di Cirebon.Mula-mula ia mempengaruhi penganut Syafi&#8217;i di Jawa bagian barat,lalu Hanafi di Jawa bagian timur,diajak menganut Syi&#8217;ah.Konon,Syekh Siti Jenar sendiri bercita-cita menjadi raja Jawa.</p>
<p>Saat Syekh Datuk Kahfi wafat,Sunan Gunung Jati menunjuk Pangeran Panjunan menggantikannya mengajar di Pesantren Amparan Jati.Tetapi orang Cirebon sudah menjadi penganut Syekh Siti Jenar.Bahkan juga kalangan elite di istana Pakungwati,berkat ajakan senapati Pangeran Carbon.</p>
<p>Walhasil,Pengging merdeka.Ki Ageng Pengging menjadi raja Kerajaan Syi&#8217;ah pengging.Raden Patah mengutus senapati Sunan Kudus menumpasnya.Ki Kebo Kenanga tewas.Syekh Lemah Abang meloloskan diri ke Cirebon Girang.Dengan 700 prajurit kavelari,Sunan Kudus mengejar.Ia juga membawa surat raden Patah untuk Sunan Gunung Jati.</p>
<p>Syekh Siti Jenar tertawan dan dibawa ke Masjid Agung Sang Ciptarasa,Cirebon untuk disidang.Sunan Gunung Jati menjadi hakim,sedangkan Sunan Giri menjadi menjadi jaksa.Sebagai senapati Demak,Sunan Kudus juga menjadi pelaksana hokum mati.Jenazah Syekh Abdul Jalil disemayamkan di candi di Kemlaten,di jaga ketat.</p>
<p><em>&#8230;..kunang ta Raden Patah lawan Sunan Carbon padaharep malar wwang penganut Syirah sakweh ira tangkep lawan pinejahan,tathapyan prayojana nira winighan denira sang pinakadi pantara ning,Pangeran Cakrubuwana,Syekh Bentong,Pangeran Carbon,Sunan Kalijaga,lawan pirang siki senapati para nayamandala Carbonnagari.</em></p>
<p>(Konon Raden Patah dan Sunan Carbon mengharapkan penganut Syi&#8217;ah ditangkap dan dibinasakan,tetapi hal itu dicegah oleh para pembela:Pangeran Cakrabuwana,Syekh Bentong,Pangeran Carbon,dan Sunan Kalijaga,serta para senapati dan pejabat wilayah negeri Cirebon.)</p>
<p>Semua tawanan pun dilepaskan.Sunan Kalijaga ditunjuk menjadi pembimbing bekas penganut Syi&#8217;ah di Cirebon.</p>
<p>Jasad Syekh Siti Jenar tak juga dimakamkan.Penganut Syi&#8217;ah membanjir,datang dari Jawa,Sumatera,dan Semenajung Malaka.Bayangkara Sunan Carbon diam diam mengambil jenazah itu untuk dibawa ke Amparan Jati dan menukarnya dengan bangkai kuda hitam.</p>
<p>Penganut Syi&#8217;ah yang tiga hari menunggui jenazah gurunya pun kaget,ternyata yang mereka belasungkawai itu bangkai kuda hitam.Di bawah bimbingan Sunan Carbon,mereka menjadi penganut Mazhab Syafi&#8217;i.<strong>MA</strong></p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/notohardjo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/notohardjo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/notohardjo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/notohardjo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/notohardjo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/notohardjo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/notohardjo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/notohardjo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/notohardjo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/notohardjo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/notohardjo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/notohardjo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/notohardjo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/notohardjo.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=17&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/syekh-lemah-abang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a367975b14900df44e16c06692ee78fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">notohardjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Kematian Syekh Siti Jenar Karena Fatwa Wali atau Intrik Politik ?</title>
		<link>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/mengungkap-kematian-syekh-siti-jenar-karena-fatwa-wali-atau-intrik-politik/</link>
		<comments>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/mengungkap-kematian-syekh-siti-jenar-karena-fatwa-wali-atau-intrik-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 12:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>notohardjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[syeh siti jenar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://notohardjo.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pandangan umat Islam Indonesia pada umumnya,barangkali,hukuman mati yang dijatuhkan  pada Syekh Siti Jenar merupakan akibat kesalahannya dalam pengajaran agama.Lebih khususnya,dalam hal pemahaman akan hakikat hablul min al-allah,hubungan manusia dengan Tuhan.Cerita-cerita yang diabadikan dalam seni tradisional Jawa,kethoprak,misalnya,juga demikian.Produk sinematrografi kita pun menyuguhkan jalan cerita yang tak jauh berbeda.Kebanyakan kitab juga menyatakan demikian. Menurut K.H.Dachlan Abd.Qohar,anggota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=14&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-45" title="makam-siti-jenar1" src="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/04/makam-siti-jenar1.jpeg?w=468" alt="makam-siti-jenar1"   />Dalam pandangan umat Islam Indonesia pada umumnya,barangkali,hukuman mati yang dijatuhkan  pada Syekh Siti Jenar merupakan akibat kesalahannya dalam pengajaran agama.Lebih khususnya,dalam hal pemahaman akan hakikat <em>hablul min al-allah</em>,hubungan manusia dengan Tuhan.Cerita-cerita yang diabadikan dalam seni tradisional Jawa,kethoprak,misalnya,juga demikian.Produk sinematrografi kita pun menyuguhkan jalan cerita yang tak jauh berbeda.Kebanyakan kitab juga menyatakan demikian.</p>
<p>Menurut K.H.Dachlan Abd.Qohar,anggota Konstituante yang menerjemahkan <em>Kanzul Ulum</em> (Gudang Ilmu) Ibn Bathuthah,yang penulisannya dilanjutkan oleh Maulana Maghribi,sepeninggal Sunan Ampel,Raden Paku menggantikannya sebagai pemimpin Walisongo.Ia pun memanggil wali lain untuk bermusyawarah.Mereka sepakat memanggil Syekh Siti Jenar untuk didudukkan sebagai anggota Walisongo.</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p>Dikirimlah utusan ke Lemah Abang.Apa jawab Syekh Siti Jenar?&#8221;Kembalilah kamu ke Giri.Katakanlah kepada Sunan Giri bahwa Syekh Siti Jenar tidak ada.Yang ada disini hanya Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala&#8221;.</em></p>
<p>Sunan Giri pun minta ia datang bersama Allah.Kali ini ia menjawab,&#8221;Suruh Sunan Giri mengaji lagi.Apa ia tidak tahu bahwa Allah ada di mana-mana,dan bahwa Allah lebih dekat daripada tenggorokan dan urat lehernya.&#8221;</p>
<p>Para wali menyerahkan masalah ini kepada Sultan Demak.Jawaban Syekh Siti Jenar tetap sama.Maka,soal itu diserahkan kepada Sunan Gunung Jati,yang pernah menjadi gurunya.Para wali pun mendampinginya di Masjid Agung Cirebon.Ketika dipanggil,Syekh Siti Jenar datang.Akan tetapi,ketika para wali bersembahyang,ia shalat batin alias hanya bersemedi.</p>
<p>Kedelapan wali pun bermufakat bahwa sikap Syekh lemah Abang atau Syekh Siti Jenar itu bisa merusak syariat.Bila orang mengikutinya,tak bedalah ibadahnya dari pada orang Hindu,yaitu bersemedi tanpa rukuk dan sujud,seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.Sunan Kudus menyatakan,ia harus di hukum mati.Dan,hukuman mati terhadap Syekh Siti Jenar di jatuhkan oleh Sunan Giri.</p>
<p>Setelah hal itu dilaksanakan,badannya dimakamkan di utara pengimaman Masjid Agung Cirebon,sedangkan kepalanya dikubur di Desa Melati,pada tahun 1480 M.Apa kata orang Cirebon tntang ini?Salah satu versi <em>Babad Cirebon</em>,yang tentu saja lebih menekankan kepemimpinan Sunan Gunung Jati,menceritakan pendebatan yang lebih panjang.Kisah ini ditutup dengan penguburan yang terjadi pada hari Rabu pertama Sapar 1529 M.Tercatat,versi lain lagi menyatakan terjadi pada 1506 M.</p>
<p>Kalimat sumpah atau kutukan yang di ucapkan menjelang ajal ialah,&#8221;Sunan Gunung Jati dan para wali,kelak pada akhir zaman,akan ada kerbau bule mata kucing yang mendarat dari laut.Itulah yang akan menumpas/menjajah turunanmu.&#8221;</p>
<p align="center">Vonis Politik</p>
<p>Nukilan di atas memang menguatkan anggapan,hukuman mati yang di terima Syekh Siti Jenar merupakan akibat kesalahannya dalam mengajarkan agama.Salah satu naskah yang jelas-jelas menyatakan hukuman mati Syekh Siti Jenar sebagai pengadilan politik ialah <em>serat Darmagandhul.</em></p>
<p>&#8220;<em>Sawise masdjid dadi,banjur pada salat ana ing masdjid,sakbakdane salat,bandjur tutup lawang,wong kabeh dipangandikani dening Sunan Benang,jen Adipati Demak arep didjumenengake nata,sarta bandjur arep ngrusak Madjapahit,jen wis padha rudjuk,bandjur arep kepjakan tumuli.Para sunan lan para bupati wis padha rujuk kabeh,mung sidji kang ora rudjuk,ija iku Sjeck Siti Djenar.Sunan Benang duka,Sjeck Siti Djenar di pateni,dene kang kedhawuhan mateni ija iku Sunan Giri,Sjeck Siti Djenar dilawe gulune mati.&#8221;</em></p>
<p>(&#8220;Setelah masjid itu jadi,mereka bersama-sama salat di dalam masjid.Setelah salat,mereka menutup pintu.Semua orang diberi tahu oleh Sunan Benang bahwa Adipati Demak akan dijadikan raja,juga akan menyerang Majapahit.Jika sudah sama-sama bersepakat,mereka akan bersiap-siap melaksanakan.Para sunan dan bupati semuanya setuju,hanya satu yang tidak,yaitu Syekh Siti Jenar.Sunan Benang marah,Syekh Siti Jenar dibunuh.Adapun yang disuruh membunuh ialah Sunan giri,leher Syekh Siti Jenar dijerat mati.&#8221;)</p>
<p><em>&#8220;Sadurunge Sjech Siti Djenar tumeka ing pati,ninggal swara:Eling-eling ngulama ing Giri,kowe ora tak wales ing achirat,nanging tak wales ana ing donja kene bae,besuk jen ana Ratu Djawa kanthi wong tuwa,ing kono gulumu bakal tak lawe genti,&#8221;Sunan Giri mangsuli:&#8217;ija besuk wani,saiki wani,aku ora bakal mundur&#8217;.&#8221;</em></p>
<p>(&#8220;Sebelum menghembuskan napas terakhir,Syekh Siti Jenar berkata,&#8221;Ingatlah ulamadi Giri,kamu tidak kubalas di akhirat,melainkan di dunia saja.Kelak,bila ada raja Jawa berusia tua,saat itu kamu akan ganti kugantung.&#8217;Sunan giri menjawab,&#8217;Kelak berani,sekarang berani.Aku tidak akan mundur&#8217;.&#8221;)</p>
<p>Siapa yang menulis <em>Dharmagandhul ?</em> Menurut babon(naskah induk) asli yang di tinggalkan K.R.T.Tandhanagara,Purwasari.sala,kitab ini ditulis oleh orang yang mengaku murid Raden Budi Sukardi,pada hari Tumpak Manis (Rabu Legi) 2 Ruwah tahun Je:<em> wuk guna ngesthi nata</em> atau 1830 J (1318 H/1990 M).Akan tetapi,ahli sastra jawa,Bratakesawa,menyatakan,<em>Darmagandhul</em>,juga <em>Gatholoco,</em>ditulis oleh Pangeran Suryanegara,putra Sultan hamengku Buwana VI (1855-1877).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/notohardjo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/notohardjo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/notohardjo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/notohardjo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/notohardjo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/notohardjo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/notohardjo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/notohardjo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/notohardjo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/notohardjo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/notohardjo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/notohardjo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/notohardjo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/notohardjo.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=14&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/mengungkap-kematian-syekh-siti-jenar-karena-fatwa-wali-atau-intrik-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a367975b14900df44e16c06692ee78fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">notohardjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://notohardjo.files.wordpress.com/2009/04/makam-siti-jenar1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">makam-siti-jenar1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak Sejarah Wali</title>
		<link>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/jejak-sejarah-wali/</link>
		<comments>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/jejak-sejarah-wali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 12:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>notohardjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[wali songo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://notohardjo.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Meski banyak nama yang saling menggantikan,anggota Walisongo yang paling akrab di telinga masyarakat dan saling sering menjadi objek ziarah tetap saja berjumlah sembilan.Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim,Sunan Ampel,Sunan Bonang,Sunan Giri,Sunan Drajad,Sunan Kalijaga,Sunan Kudus,Sunan Muria,dan Sunan Gunung Jati. Mereka inilah yang dianggap paling banyak meninggalkan jejak sejarah di tanah Jawa.Termasuk beberapa tradisi keagamaan yang bercorak Suni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=11&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski banyak nama yang saling menggantikan,anggota Walisongo yang paling akrab di telinga masyarakat dan saling sering menjadi objek ziarah tetap saja berjumlah sembilan.Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim,Sunan Ampel,Sunan Bonang,Sunan Giri,Sunan Drajad,Sunan Kalijaga,Sunan Kudus,Sunan Muria,dan Sunan Gunung Jati.</p>
<p>Mereka inilah yang dianggap paling banyak meninggalkan jejak sejarah di tanah Jawa.Termasuk beberapa tradisi keagamaan yang bercorak Suni dan bermazhab Syafi&#8217;i.Bahkan Indonesia dan beberapa negara tetangganya kemudian menjadi basis mazhab yang berasal dari Mesir tersebut.Ini tidak lepas dari pengaruh Kesultanan ayyubiyyah,penganut fanatic mazhab Syafi&#8217;I,yang ketika itu berjaya di Mesir.Kesultanan ini pula yang mengubah paham teologi Universitas Al-azhar,Kairo dari Syi&#8217;ah menjadi Suni.Ini terlihat dari tradisi Maulidan,yang menurut sejarahnya diprakasai oleh Sultan shalahudin Al-ayyubi sebagai penggugah semangat keislamian pasukan dan rakyatnya.</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p>Setelah Dinasti Fathimiyah di Mesir ditumbangkan oleh Sultan Shalahudin al-ayyubi pada 577 H/1157 M,dimulailah pengiriman sejumlah mubalig bermazhab Syafi&#8217;i ke Asia Tenggara.Kerajaan Ayyubiyah berkuasa di Mesir selama 52 tahun,kemudian digantikan olej Kerajaan Mamalik sampai akhir abad ke-9 H atau permulaan abad ke-14 M,yang meneruskan tradisi pengiriman para mubalig.</p>
<p>Kedua kesultanan tersebut adalah penganut paham Ahlusunah Waljamaahbermazhab Syafi&#8217;I,dan sangat gigih.Para mubalig yang dikirim oleh Dinasi Ayyubiyyah dan Mamalik bertebaran ke seluruh pelosok dunia,termasuk ke Indonesia.Di antara para mubalig Islam dari Kesultanan Mamalik,misalnya,Ismail Ash-Shiddiq yang dating ke Pasai mengajarkan Islam mazhab Syafi&#8217;i.Berkat dakwah tersebut,kaum muslimin di Pasai kembali menganut mazhab Syafi&#8217;i.dan sejak itu para sultan Pasai pun menjadi penganut mazhab Syafi&#8217;i yang taat.</p>
<p>Ismail Ash-Shiddiq juga berhasil mengangkat Merah Silu,orang Malaka atau Indonesia asli,menjadi Sultan di Pasai ( 1225-1297 M) dengan gelar Al-Malikush Shalih.Berkat pengaruh Sultan Malikush Shalih,para sultan Islam di Malaka,Sumatera Timur dan Jawa berbondong-bondong menganut mazhab Syafi&#8217;i.Itu terjadi sekitar abad ke-7 Hijriah.Sejak 1441 M sampai 1476 M (820-855 H),Sultan Manshur Syah I,penganut mazhab Syafi&#8217;i yang tangguh,berkuasa di Malaka.Ia sempat mengutus para mubalig yang bermazhab Syafi&#8217;i ke Minangkabau Timur yang sudah lama di tinggalkan oleh orang-orang yang bermazhab Syi&#8217;ah sesudah dikalahkan oleh Majapahit pada 1399 M.Berkat perjuangan para mubalig itu pula mazhab Syafi&#8217;i berkembang kembali di Minangkabau Timur.</p>
<p>Kemudian dari Minangkabau Timur mazhab Syafi&#8217;i berkembang ke Tapanuli,muara Sungai Asahan dan Simalungun.Para mubalig mazhab syafi&#8217;i  juga merambah sampai ke Makassar dan Bugis,bahkan sampai ke pulau-pulau di Fillipina Selatan.Pada abad ke-15 M,atau abad ke-9 H,Kesultanan Samudera Pasai di Aceh dan malaka sangat aktif mengembangkan Islam mazhab Syafi&#8217;i ke Jawa,teutam Demak dan Cirebon.Itulah sebabnya umat Islam di Jawa juga bermazhab Syafi&#8217;i.</p>
<p>Ngelmu Lempit Bumi</p>
<p>Jadi,meski Jawa sudah bersentuhan dengan Islam sejak abad pertama Hijriah (abad ke 7 M),gelombang dakwah Islam secara besar-besaran di Jawa baru terjadi pada abad ke-15 M.Di sinilah figure Walisongo,sebagaimana dikisahkan dalam babad dan sebagian sastra lisan,selalu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang dahsyat.Misalnya,mampu berjalan sangat cepat atau yang lazim disebut memiliki ngelmu lempit bumi (ilmu melipat bumi) yang sejak kecil dimiliki oleh Raden Paku atau Sunan Giri.Ilmu hampir sejenis,yaitu ilmu menembus bumi,juga dimiliki Sunan Kalijaga.Dan masih banyak lagi.</p>
<p>Kesaktian Walisongo yang sebenarnya ialah kearifan dan kebijaksanaannya dalam menerapkan pola dakwah.Ada empat jurus utama sebagai kunci keberhasilan dakwah walisongo.Pertama,<em>tasamuh</em>(toleran).Ketika itu Jawa sebagai medan dakwah bukanlah kawasan yang bebas nilai dan keyakinan.Sebaliknya,ketika para mubalig berdatangan,Jawa adalah pusat lingkaran budaya Hindu dan Budha yang terbesar di Asia Tenggara,di mana nilai-nilai keyakinan dan budaya telah mengakar dengan kuat di hati masyarakat.</p>
<p>Belum lagi tantangan berupa nilai-nilai local masyarakat Jawa,yang kemudian beralkuturasi dengan budaya Hindu-Budha dan membentuk sebuah kearifan batiniah yang unik.Maka,dibutuhkan sebuah kearifan tersendiri jika hendak mengadakan sebuah renovasi kebudayaan.Walisongo,yang memang berasal dari kultur sufi&#8217;,sangat memahami pendekatan macam apa yang dibutuhkan untuk merangkul masyarakat Jawa.Perbedaan besar antara antara Islam dan Hindu-Budha tidak lantas menciptakan jarak antara generasi awal Walisongo yang berasal dari Arab dan masyarakat lokal.Dengan toleransi yang cukup tinggi,secara perlahan para wali meleburkan diri dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Para Wali menjadi tempat mengadu bagi masyarakat yang tengah dalam kesulitan besar akibat perang saudara yang tak kunjung usai di Kerajaan Majapahit.Tanpa memandang perbedaan agama dan keyakinan,mereka dengan cara masing-masing,turun tangan membenahi dan melindungi masyarakat kecil.Empati dan keberpihakan ini yang kemudian menimbulkan simpati masyarakat terhadap para wali,dan belakangan pada ajaran yang dibawanya.</p>
<p>Kedua,<em>tasawuth</em>(moderat,tidak ekstrim).Ajaran Islam yang turun di Jazirah Arab,tentu mempunyai kultur yang sangat berbeda dengan kultur masyarakat Jawa.Namun,perbedaan cara pandang tersebut tidak serta merta dilawan dan diberangus secara ekstrem.Sebaliknya,para wali justru ngemong dan membiarkan masyarakat melakukan tradisi-tradisi yang sudah berabad-abad mereka lakoni sambil perlahan-lahan mewarnainya dengan nuansa keislaman.Maka,di Jawa khususnya dan Indonesia umumnya,kita mengenal ritus-rutus yang tidak terdapat di Timur Tengah.Tradisi peringatan <em>nelung dina</em>(peringatan hari ketiga kematian),<em>mitung dina </em>(hari ketujuh kematian),dan seterusnya,merupakan warisan budaya Hindu Jawa.Oleh para wali,tradisi itu tidak ditentang,namun diwarnai dengan nuansa keislaman.Bersamaan dengan itu pembacaan mantra dan puja-puji bagi roh leluhur diganti dengan tahlil dan mendoakan untuk orang yang meninggal serta umat Islam secara keseluruhan.</p>
<p>Denag demikian,secaraperlahan dan non-violence(tanpa kekerasan),ritus-ritus yang sarat kemusyrikan dig anti alunan dzikir dan do&#8217;a.Perubahan secara damai ini secaraperlahan juga menumbuhkan culture of peace(budaya damai) di hati umat islam di Jawa.Ketiga<em>,tawazun</em> (keseimbangan atau harmoni).Di antara ciri khusus kultur masyarakat Jawa dan Nusantara pada umumnya,adalah kecenderungan kepada harmoni.Bagi orang Jawa,kultur harmoni sangat mendarah daging.Orang Jawa sangat tidak suka dengan gejolak sekecil apa pun,terlihat dari kecenderungan untuk selalu mengalah dan <em>nrima ing pandum</em> (menerima apa yang di tentukan Allah).</p>
<p>Maka,mau tak mau upaya perubahan terhadap masyarakat Jawa harus mempertimbangkan harmoni tersebut.Dengan pola pendekatan sufistis seperti itu( lebih mengutamakan sisi esoteris dalam beragama ketimbang sekedar penegakan syariah) proses Islamisasi pun berjalan dengan damai,tanpa gejolak yang berarti.</p>
<p>Keempat,<em>iqtida&#8217;</em> (keberpihakan pada keadilan).Meski bangga menjadi anggota mesyarakat dari sebuah kerajaan besar,rakyat majapahit yang menganut agama Hindu tetap saja mempunyai ganjalan besar,yaitu diskriminasi cultural yang disebut kasta.Sistem kasta ini secara perlahan menciptakan kesenjangan social antar masyarakat.Terlebih ketika pecah konflik antar keluarga kerajaan yang berujung pada maraknya kerusuhan kezaliman,dan kemiskinan.Dalam situasi seperti itulah walisongo masuk memperkenalkan Islam yang egaliter.Prinsip kesetaraan dan keadilan yang di usung oleh agama baru itu kontan meraih simpati masyarakat,yang kemudian berbondong-bondong memeluk Islam.Dalam Islam,masyarakat Jawa menemukan ketenangan yang mereka cari-cari selama ini,katakanlah perlindungan spiritual dan cultural.</p>
<p>Strategi lain yang oleh para sejaraan dipandang cukup efektif dalam proses Islamisasi Jawa ialah dakwah politik.Dalam menjawab pertanyaan sarjana Amerika,Marshal Hodgon,pengarang buku <em>The Venture or Islam,</em>mengapa proses Islamisasi di Jawa begitu berhasil sempurna?Mark Woodward dalam <em>Islam in Java : Normative Piety and Mysticism in the Sultanate or Yogyakarta </em>menjawab,Islam berkat dakwah Walisongo telah dipeluk oleh keratin Jawa,sehingga seluruh rakyat mengikutinya.</p>
<p>Melalui Raden Patah( putra Prabu Brawijaya V),Sunan Ampel (kemenakan permaisuri Majapahit),Sunan Giri(cucu Raja Wilwatika),dll, Islam masuk ke lingkungan kerajaan.Ini berbeda dengan pengalaman dakwah di Asia Selatan,di mana proses Islamisasi mengalami benturan hebat karena berhadapan dengan para bangsawan secara frontal.</p>
<p>Demikianlah,dengan berbagai kesaktiannya,walisongo berhasil menggelar sebuah &#8220;revolusi peradaban&#8221; di Jawa.Maka,jika saat ini ada keinginan untuk mengembalikan kejayaan Islam di Indonesia,mungkin salah satu alternative strategi yang harus di pertimbangkan adalah menggunakan jurus-jurus sakti para wali tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/notohardjo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/notohardjo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/notohardjo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/notohardjo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/notohardjo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/notohardjo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/notohardjo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/notohardjo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/notohardjo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/notohardjo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/notohardjo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/notohardjo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/notohardjo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/notohardjo.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=11&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/23/jejak-sejarah-wali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a367975b14900df44e16c06692ee78fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">notohardjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Dekat Tentang Wali</title>
		<link>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/18/mengenal-lebih-dekat-tentang-wali/</link>
		<comments>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/18/mengenal-lebih-dekat-tentang-wali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 14:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>notohardjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[tentang wali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://notohardjo.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Wali atau waily berasal dari akar kata waliya-yawla,yang berarti “dekat” dengan sesuatu. Al-waliyyu mengandung arti ”orang yang memiliki kedekatan dengan Allah” atau ”orang yang disayang oleh Allah”Dalam bahasa Arab,terkadang ada satu kata yang memiliki makna fa’il (subjek) dan maf’ul (objek) sekaligus memiliki dua pengertian tersebut.Ia bisa berarti orang yang mencintai Allah atau orang yang dicintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=6&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;                          &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:relative;z-index:-1;"><span style="position:absolute;left:-2px;top:-1px;width:51px;height:59px;"><img src="/DOCUME~1/iwee/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="W" width="51" height="59" /></span></span><!--[endif]--><span lang="SV"><span> W</span>ali atau waily berasal <span> </span>dari <span> </span>akar <span> </span>kata <span> </span><em>waliya-yawla</em>,yang <span> </span>berarti <span> </span>“dekat” dengan sesuatu. Al-waliyyu <span> </span>mengandung <span> </span>arti ”orang <span> </span>yang <span> </span>memiliki <span> </span>kedekatan <span> </span>dengan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Allah” atau ”orang yang disayang oleh Allah”Dalam bahasa Arab,terkadang ada satu kata yang memiliki makna <em>fa’il</em> (subjek) dan <em>maf’ul</em> (objek) sekaligus memiliki dua pengertian tersebut.Ia bisa berarti orang yang mencintai Allah atau orang yang dicintai Allah bahkan bisa dikatakan orang yang mencintai dan dicintai Allah.sekaligus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Menurut seorang ulama besar,Imam Qusyari,waliy memiliki dua pengertian.<em>Pertama</em>,orang yang dengan sekuat tenaga berusaha menjaga hati agar tetap hanya bergantung kepada Allah.Mereka ini yang sering kali disebut waliy salik.<em>Kedua</em>,orang yang hatinya secara penuh berada dalam penjagaan Allah.Dalam dunia sufi’,wali-wali kelompok kedua ini dipercaya kerap mengalami kefanaan kesadaran (jadzab),sehingga sering disebut <em>Waliy Majdzub</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span id="more-6"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dalam kitab <em>Futuhat Makiyyah,</em>filsuf besar Ibnu Arabi menelusuri kriteria orang-orang yang dicintai Allah atau waliy dalam al-Quran ada delapan kriteria.<em>Pertama</em>,orang yang hanya mengambil Allah sebagai perlindungannya.<em>Kedua,</em>orang yang mencintai allah dan berusaha meniru sifat-sifat-Nya.Contoh,menjadi orang yang penyabar,pengasih,penyayang,pemaaf dll.<em>ketiga</em>,orang yang senantiasa kembali kepada Allah,bertaubat.Setiap kali terpeleset melakukan perbuatan maksiat,dengan segera ia bertaubat.<em>Keempat</em>,orang yang selalu berusaha menyucikan diri,lahir dan batin.<em>Kelima,</em>orang yang selalu bersabar atas takdir yang ditetapkan oleh Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span><em>Keenam,</em>orang yang selalu bersyukur atas nikmat Allah.Bagi para wali,musibah dan anugerah itu sama-sama nikmat.Sebab,dua-duanya berasal dari Allah.wali besar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam <em>Al-Lujainid Dani menulis”</em>Tidak ada orang.<em>Ketujuh</em>,orang yang selalu berbuat baik dan selalu memperbaiki (mushin).<em>Kedelapan</em>,orang yang selalu menghadirkan Allah dalam hatinya,dalam setiap detak jantung dan hembusan nafas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Walisongo,terlepas dari ada atau tidaknya kedelapan kriteria di atas,menurut beberapa sejarawan,sebenarnya sebutan untuk sebuah organisasi atau dewan yang secara teroganisasi berjuang mengislamkan tanah Jawa.Maka tek mengherankan jika jumlah mereka tidak hanya sembilan,sebagaimana makna harfiahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Kata songo,atau sembilan dalam tradisi Jawa kuno sering digunakan untuk menggambarkan esuatu yang banyak.Sebagaimana ketika orang Jawa menyebut sebuah kompleks dengan puluhan candi di pegunungan Ungaran Jawa Tengah dengan nama Candi Songo,atau pada nama Sumber Songo dan Gedong Songo.Ada banyak sumber yang menceritakan perihal para anggota Walisongo.Salah satunya,konon merujuk pada kitab Kanzul Ulum,karya pengelana muslim,Ibnu Bathuthah.Menurut sumber tersebut,konon Walisongo pernah mengalami pergantian anggota sampai lima kali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dewan I (1404)M,terdiri dari Syekh Maulana Malik Ibrahim,asal Turki,ahli tata negara,berdakwah di jawa Timur dan wafat di Gresik pada 1419.Syekh Maulana Ishaq,asal Samarkand,Asia Tengah,ahli pengobatan.Berdakwah di Jawa lalu pindah dan wafat di Pasai Singapura).Maulana Ahmad Jumadil Kubra,asal Mesir,dakwah secara keliling dan wafat dimakamkam di Troloyo,Trowulan,Mojokerto.Maulana Muhammad Al-Maghribi,asal Maghrib,Maroko.berdakwah secara keliling dan wafat pada 1465 dimakamkan di Jatinom,Klaten.Maulana Malik Isra’il,asal Turki,ahli mengatur negara,wafat pada 1435 dimakamkan di Gunung Santri antara Serang dan Merak.Maulana Muhammad Ali Akbar,asal Persia/Iran,ahli pengobatan,wafat pada 1435 dimakamkan di Gunung Santri.Maulana Hassanudin,asal Palestina,dakwah secara keliling wafat pada 1462 dimakamkan di samping masjid Banten Lama.Maulana Aliyudin,asal Palestina,dakwah keliling dan waeat pada 1462,dimakamkan di samping masjid Banten Lama.Syekh Subakir,asal Persia,ahli menumbal tanah angker yang dihuni jin jahat beberapa<span> </span>waktu di Jawa,lalu kembali ke Persia,wafat di Persia pada 1462.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dewan II (1436 M),terdiri dari Raden ali Rahmatullah,berasal dari Campa Muangthai Selatan,datang pada 1421,dikenal sebagai Sunan Ampel (Surabaya),menggantikan Malik Ibrahim yang wafat.Sayid Ja’far Shadiq,asal Palestina,datang pada 1436 dan tinggal di Kudus kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus,menggantikan Malik Isra’il.Syarif Hidayatullah,asal Palestina,datang pada 1436 menggantikan Ali Akbar yang wafat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dewan III (1463),terjadi perubahan kembali.Raden Paku atau Syekh Maulana ainul Yaqin yang berjilik sunan Giri,menggantikan ayahandanya yang pulang ke Pasai.Raden Paku lahir di Blambangan,Banyuwangi,putra Syekh Maulana Ishak kemudian wafat dimakamkan di Gresik.Raden Syahid<span> </span>atau Sunan Kalijaga,putra Adipati Wilatikta dari Tuban,menggantikan Syekh Subakir yang kembali ke Persia.Raden Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang kelahiran Ampel ,putra Sunan Ampel,menggantikan Hasanuddin yang wafat.Raden Qasim atau Sunan Drajad kelahiran Ampel,putra Sunan Ampel,menggantikan Aliyuddin yang wafat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dewan IV (tahun 1466 M),komposisi Walisongo bertambah dengan kehadiran Raden Patah,putra Raja Brawijaya dari Majapahit.Pada 1462 ia menjadi Adipati Bintoro,pada 1465 membangun masjid Demak,lalu menjadi sultan Demak pada 1468.Ia adalah murid Sunan Ampel,menggantikan Ahmad Jumadil Kubro yang wafat.Fathullah Khan,putra Sunan Gunung Jati,menggantikan Al-Maghorobi yang wafat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dalam komposisi Dewan V,terdapat Raden Umar Said atau Sunan Muria,putra Sunan Kalijaga,ia menggantikan wali yang telah wafat.Ada Syekh Siti Jenar,wali yang sangat kontroversial.Sejak kemunculannya pertama kali,dalam berbagai versi,ajarannya dianggap menyimpang dari Islam,tapi sampai saat ini masih dibahas di berbagai lapisan masyarakat,bahkan masih ada pengikutnya,sampai kematiannya yangmasih menimbulkan tanda tanya.Sunan Tembayat atau Adipati Pandanarang,yang menggantikan Syekh Siti Jenar yang wafat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/notohardjo.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/notohardjo.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/notohardjo.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/notohardjo.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/notohardjo.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/notohardjo.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/notohardjo.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/notohardjo.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/notohardjo.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/notohardjo.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/notohardjo.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/notohardjo.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/notohardjo.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/notohardjo.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=notohardjo.wordpress.com&amp;blog=7351263&amp;post=6&amp;subd=notohardjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://notohardjo.wordpress.com/2009/04/18/mengenal-lebih-dekat-tentang-wali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a367975b14900df44e16c06692ee78fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">notohardjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
